PURBALINGGA – Kabupaten Purbalingga, melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), terus berupaya memperluas sentra-sentra UMKM batik di wilayahnya. Dua desa terbaru yang dijadikan sentra batik, yaitu Desa Tlahap Kidul dan Desa Tlahap Lor, Kecamatan Karangreja.

Sekretaris Dinperindag Kabupaten Purbalingga, Pandi, mengatakan, selama ini baru terdapat 9 desa yang menjadi sentra perajin batik. Dengan bertambahnya dua desa tersebut, maka sekarang ada 11 sentra batik di Kabupaten Purbalingga.

“Dua desa ini, yaitu Desa Tlahap Lor dan Desa Tlahap Kidul, kita jadikan sentra batik baru, karena untuk bisa memenuhi permintaan batik dan supaya batik Purbalingga bisa bertahan, sentra-sentra perajin batik harus terus diperluas,” terangnya, Selasa (20/8/2010).

Sebagai langkah awal mempersiapkan kedua desa tersebut menjadi sentra batik, Dinperindag Purbalingga menggelar pelatihan di dua desa tersebut.

Pelaku usaha batik dilatih untuk bisa memproduksi batik, mulai dari proses awal hingga finishing. Mulai dari pengerjaan pola, nyanting, cap, pelorodan hingga pencucian.


Sekretaris Disperindag Kabupaten Purbalingga, Pandi. -Foto: Hermiana E. Effendi

Pandi menambahkan, pihaknya juga berupaya untuk meningkatkan kualitas batik yang dihasilkan para perajin di kedua desa tersebut. Selama ini, sentra batik di Purbalingga baru ada pada 9 desa dan 500 pembatik. Hal tersebut dirasa masih kurang, karena sekarang ini batik sudah menjadi tren di masyarakat.

Lebih lanjut Pandi menjelaskan, kerajinan batik di Purbalingga sudah ada sejak lama, namun selama ini Purbalingga hanya menjadi daerah sub-ordinat dari Banyumas dalam hal kerajinan batik.
Pembatik yang berasal dari berbagai desa di Purbalingga, seperti  Desa Dagan, Tlagayasa, Limbasari dan Galuh hanya menjadi pekerja pelaku usaha batik di Kabupaten Banyumas.

“Saat ini, kami Pemkab Purbalingga terus melakukan pendampingan kepada pembatik kita, sehingga bisa membatik hingga akhir proses, supaya bisa memproduksi sendiri,” tuturnya.
Selain meningkatkan kualitas batik, dalam hal pemasaran juga harus mulai memanfaatkan teknologi, supaya jejaring pemasaran makin luas.

Menurutnya, salah satu motif batik asal Purbalingga yang pernah booming di pasaran, yaitu motif lawa, sebagai salah satu khas Purbalingga yang memiliki tempat wisata Gua Lawa. Motif ini diharapkan bisa menjadi andalan batik Purbalingga, dengan berbagai modifikasi modern.

Post a Comment

أحدث أقدم